Minggu, 24 November 2013

Gerimis Malam

Ku lirik benda itu untuk kesekian kalinya
Masih seperti pertama kali ku letakkan di sampingku
Aku mulai gondok, kesal, dan marah
Dengan perasaan tak karuan aku meraih laptop, membuka facebook dan tanpa sengaja
Aku melihat namanya
Ada bulatan kecil berwarna hijau di samping nama itu.

Aku berusaha menahan diri
Gemuruh dalam dada berusaha ku enyahkan.

Sudah hampir sejam bulatan hijau itu berada di samping namanya
Dan dia belum menyapa ku sekalipun
Apakah jejaring yang bernama facebook telah membutakan matanya hingga aku tak terlihat olehnya?

Sekarang dua jam sudah berlalu dan bulatan kecil itu masih menyalah
Benda yang kusebut HP yang sedari tadi di sampingku juga tak mengeluarkan bunyi apa-apa
Benarkah aku tidak terlihat?
Apakah facebook itu lebih penting daripada sekedar membaca dan membalas smsku?

Orang-orang bilang malam ini malam minggu
Oh, benarkah itu?
Apakah dia juga tahu kalau sekarang malam minggu?
Ah, sepertinya ia tak peduli.

Aku menyerah pada waktu (lagi)
Aku dikalahkan oleh rasa cintaku padanya
Apakah arti kehadiranku baginya?
Masihkah aku ini kekasih hatinya?
Benarkah kecintaannya pada facebook mengalahkan segalahnya?
Haruskah aku beradu dengan facebook untuk mendapatkan hatinya?

Gerimis, aku senang kau datang malam ini
Kau memang teman setiaku
Bolehkah aku pinta?
Ku mohon, jatuhkan sebutir saja tetesmu pada sehelai rambutnya
Bisikkan padanya, betapun lamanya aku masih di sini menunggunya dalam kehampaan.

Yogyakarta, 23 November 2013

Jumat, 22 November 2013

Let's Go To BNS-Jatim Park

Selama study tour di Malang, kami juga mengunjungi beberapa tempat rekreasi yang ada di Malang loh, seperti BNS (Batu Night Spectacular) dan Jatim Park (Jawa Timur Park).

Tempat ini bagus dan pas banget untuk mereka-mereka yang lagi galau karena pata hati, ato stres karena abis belajar matematika. Pokoknya jangan ngaku udah ke Malang deh, kalo belum mampir ke dua tempat ini, hihi.

Yuk, tengok foto-foto narsis kami saat berwisata ke kedua tempat ini. 

Jatim Park (aku dan Rista)
Batu Night Spectacular (aku dan teman-teman)

Jatim Park (Vonti dan Mita)
Jatim Park (Pitta, Erica, Nita dan Maria)

Foto bersama di Jatim Park
 
Foto bersama peserta study tour di Jatim Park
Cuma segitu foto-foto narsis kami di BNS dan Jatim Park, sisanya jadi koleksi pribadi saja, ya .. :)

Mau tahu apa saja kegiatan kami selama Study tour? Kampus dan Sekolah mana yang kami kunjungi? Ayo, intip aja di sini ..


















Rabu, 20 November 2013

Kenapa Gak Boleh Pacaran?

Yang namanya suka sama seseorang pasti dialamin oleh semua orang. Nah, gimana kalau kita suka sama orang dan ternyata orang tua kita belum ngebolehin kita untuk pacaran. Apalagi kita tahu kalau orang yang kita suka juga diam-diam suka sama kita. What will you do?

Ya, sebenarnya sih dibalik kata jangan, pasti ada maksud mama yang tersembunyi. Yakin deh, kata "jangan" itu gak akan bertahan lama sampai kamu udah dewasa nanti. Kamu hanya harus bersabar menunggu saat yang tepat sampai mama bilang "OK". Tapi sebelumnya, ada beberapa hal yang harus kamu lakukan:
  • Tanya ke dalam dirimu, kamu setuju sama peraturan mama sebelum gebetanmu bilang suka. Setelah kamu tahu dia juga suka, tiba-tiba kamu pengen pacaran, sebenarnya peraturan seperti apa yang kamu inginkan? Benar gak sih dia cowok yang tepat hingga bisa jadi alasan kamu untuk berkompromi sama mamamu?
  • Pikirkan modifikasi peraturan yang bisa kamu ajukan ke mama. 
  • Cari waktu yang tepat untuk menanyakan alasan mama melarang kamu pacaran. 
  • Benahi semua nilai pelajaranmu, tunjukkanlah kalau kamu mandiri, rebut hati dan kepercayaan mamamu dengan mematuhi peraturan yang diberikan.
  • Kalau "negosiasi" dengan mamamu gak berjalan dengan lancar, jangan backstreet dengan gebetanmu ya, karena kalau terjadi "apa-apa" denganmu, orang tua akan khawatir banget dan tentunya akan merugikan kamu sendiri. Lebih baik bersabar dan bicarakan keinginanmu dengan orang tua. 
Tidak bisa dipungkiri, masa-masa jatuh cinta memang paling indah, tapi ingat juga, di dunia ini gak hanya ada perasaanmu dan gebetanmu aja, tapi juga orang tua dan orang-orang terdekatmu. Ada baiknya juga kamu mencari informasi lebih banyak tentag gebetanmu, plus minta saran dari teman-teman terdekatmu, sebelum memutuskan untuk jadian. OK?? 

Selasa, 19 November 2013

Mata Sang Malaikat

Meski dekat dengan dapur
Mata ibu bukan pisau irisan bawang merah
Bukan cobek dengan setumpuk cabe

Hatinya teriris-iris,
Orang-orang mengejeknya,
Bukan karena tak mempunyai paras elok
Tapi kemiskinanlah yang menjadikan ia tertendang oleh waktu,
Terlunta oleh musim yang menuah

Ketika ia hendak membuka mata
Sang mentari menyambutnya dengan hinaan,
Terik membunuh secara perlahan
Senja berlalu begitu saja tanpa memberikan kehangatan
Malam menjemputnya dengan rimpang kehidupan 
Sepedas jahe dan cabe. Kejam!

Mata ibu tersayat
Mata ibu tak kuasa mengelak
Kelopak matanya sobek oleh irisan bawang merah dan cabe.

Mata ibu kian menjadi kaca
Tatkalah sang rembulan berubah menjadi kristal
Gerhana menjadi permata
Itulah mata ibu yang sebenarnya
Mata malaikat!

Meski tangis ibu bukan irisan bawang merah yang menyalah
Tapi sebentuk cinta itu menggenang seperti danau
Perlahan-lahan mata ibu hilang ditelan rasa.

Senin, 18 November 2013

Who was Mr. TM?



Kalian yang sering muncul di blog gue, dan baca postingan-postingan gue trus nemuin ada kata Mr. TM pasti pada bingung dan bertanya dalam hati, siapa sih sebenarnya Mr.TM itu? 

Mr.TM itu bukan merk baju yang lagi trend saat ini, bukan juga nama label yang sudah kadaluarsa, bukan adiknya ato kakaknya ato simbahnya ato keponakannya ato eyangnya ato buyutnya Mr Bean, apalagi nama samarannya Brad Pitt, itu gak mungkin banget. 

Mr. TM itu adalah nama yang spesial, yang gue kasih spesial buat orang yang spesial (hehe). Jadi, Mr. TM itu spesialnya “plus, plus” menurut gue, dan cukup gue, kalian gak boleh ikutan bilang dia spesial, karena Mr.TM gue cuma spesial buat gue. 

Mr.TM itu orangnya cakep, tapi kurus, tinggi juga, dan gak ada satu orang pun di dunia ini yang mirip sama dia. Pecaya deh, emang gak ada, karena gue udah survei setiap malam lewat mimpi gue, dan terbukti Mr.TM gue cuma satu dan gak ada Mr.TM yang lain, di jagat ini.   

Gue ngasih nama Mr. TM karena waktu itu gue belum tahu nama aslinya, karena dia anak Teknik Mesin, jadi gue kasih nama Mr. TM. Semenjak kenal dia, gue jadi tahu betapa susahnya jadi paparazi, betapa malunya jadi penguntit dan betapa banyak dosa kebohongan yang gue lakuin. 
Gue tahu dia pasti ngerasa ilfill dengan perlakuan gue. Peduli setan, dia udah terlanjur masuk dalam daftar buronan hati gue. 
Semua usaha gue gak sia-sia, gue akhirnya bisa foto bareng dia di sebuah acara teater di kampus. Trus waktu dia ulang tahun, gue sebenarnya pengen ngasih hadiah sama dia, tapi gak sempat karena waktu itu gue sibuk PPL di sekolah. Gue cuma kasih ucapan lewat jejaring sosial yaitu facebook. Gue kirim ucapan lewat inbox dan dia balas “makasih ya :) ”. Dia cuma balas seperti itu dan gue udah seneng banget. Seharian gue fb’an bolak-balik cuma ngeliatin balasannya.

Walaupun dia selalu cuekin gue, gak pernah sekalipun senyum sama gue, sebodoh amat. Dia akan tetap jadi Mr. TM gue yang selalu bersinar dan gak akan pernah redup. Benar kata Rossa, betapapun kita menginginkan dan merindukannya, kita tidak akan pernah bisa memeluk bulan itu. 

Salam unyu-unyu ^.^

Senin, 11 November 2013

Someone There

Siapapun yang membaca tulisan ini ..  
Percayalah, kamu tidak akan pernah hidup sendirian di dunia ini
Ada seseorang di luar sana yang menyayangi dan mencintaimu  
Lebih dari yang kamu tahu .. 

Yang akan mencintaimu apa adanya, bukan ada apanya  
Yang akan menyayangimu karena hati bukan karena harta dan fisikmu  
Yang mencintai dan menyayangimu dengan setulus hati dan sepenuh jiwa  
Yang setia menemani sepanjang hidupmu ..

Saat kamu sehat dan sakit, 
Saat kamu susah dan senang,  
Saat kamu menderita dan bahagia,
Saat hatimu perih dan pahit,
Saat kamu butuh dan tersesat,
Saat gelap dan terangmu,  
Saat panas dan dinginmu  
Saat mendung dan hujanmu,   
Saat petir dan pelangimu ..
 
Hanya saja .. 
Kita belum tahu di mana dia sekarang, 
Sedang apa dan bagaimana rupanya
Apakah dia baik-baik saja seperti yang kau harapkan 
Dalam setiap bait doamu  
Ataukah dia sedang menangis di atas sajadah bersama Tuhannya ..  
 
Dalam penantian kekasih halalnya
Dia adalah pasangan hidupmu yang masih menjadi misteri
Misteri bagiku, bagimu dan bagi kita semua 
Yang masih percaya akan cinta sejati.. 

ALLAH akan mempertemukan kita dengannya 
Di tempat yang tepat pada akhirnya
Bahagia akan menghampiri dan memelukmu dengan erat
Belahan jiwamu akan selalu ada untukmu 
Karena kau adalah separuh nafasnya.  

Dia akan selalu menjagamu karena kau sangat berharga dari apapun..
Dia akan selalu tersenyum karena kau adalah jantung hatinya..  
Dan dia akan selalu mendoakanmu karena kau adalah separuh hidupnya.. 

ALLAH tidak menganiaya dirimu sedikitpun  
Tapi DIA sedang menguji kesabaran dan kesendirianmu  
Karena ujian itu akan selalu ada untuk membuktikan besarnya cintamu kepada-Nya .. 
 
Siapapun kamu ..
Seperti apapun kamu ..
Dimana pun kamu ..
Aku akan selalu menunggu
Tetap menunggu dalam asah dan rasa yang meluas dalam samudra waktu.  

Kamis, 07 November 2013

Bintang Sang Rembulan



“Din.. Dindaaa….” 

Aku terus berjalan, seolah tak mendengar apa-apa. 

“Dinda, tunggu!”

Aku tak menoleh, tidak sedikit pun. Kali ini aku berusaha mempercepat langkahku. Kenapa baru sekarang kau datang dan memanggilku. Lalu kenapa juga aku harus menghindarimu? Kita kan cuma teman. Ya, teman. Aku masih ingat sekali kata-katamu dulu, 3 tahun yang lalu sebelum kau pergi meninggalkan kota ini, kata-kata yang tak ku tahu kenapa kau mengucapkan itu padaku. Apakah kau tahu perasaanku? Katamu, kita teman, dan selamanya akan jadi teman, itu katamu yang berhasil buat aku seperti orang bego. Belum mengutarakan perasaanku saja kau sudah berkata seperti itu, apalagi kalau sampai aku menyatakan perasaanku. Mungkin kau akan mempermalukanku. Ya wajar, kau dan aku beda. Kau bekerja di sini hanya untuk menunjukkan kepada orang tuamu bahwa kau bisa mandiri, tapi aku bekerja karena memang akulah satu-satunya tulang punggung keluarga. 

“Dinda…” 

Bodoh. Kenapa kau memanggilku sekencang itu? Lihat, bahkan kau berlari mengejarku. Apakah aku begitu penting hingga kau tinggalkan pekerjaanmu dan mengejarku? Ya, mungkin kau lagi membutuhkan teman saat ini. Entah apa yang menahan langkahku, aku mendadak berhenti dan menoleh. Kau menghampiriku dengan senyum. Senyum? Kau tersenyum padaku? Tidakkah kau marah karena sikap acuhku barusan? 

“Kamu kenapa sih buru-buru? Kamu gak dengar aku panggil dari tadi?” katamu setelah berhasil berdiri di hadapanku.

“Maaf, aku gak dengar,” 

Bohong. Kenapa aku harus bohong? Kenapa tidak berterus terang? 

“Gitu ya, eh, nanti malam aku jemput ya, kita jalan-jalan keliling Jogja, semenjak aku pulang dari Surabaya kita udah gak pernah ketemu lagi, apalagi jalan-jalan bareng, aku kangen jalan sama kamu” 

Mimpi? Apa aku sedang mimpi? Kangen? Kau kangen? Kau bercanda? Kau mengajak ku jalan? Apa yang kau pikirkan? Mau buat aku ge’er? Dan ya, kalau memang itu maksudmu. Selamat anda berhasil. Aku benar-benar ge’er dan saat ini, bunga-bunga hatiku mulai bermekaran. 

“Din, kok bengong? Pokoknya nanti malam aku jemput, dan aku gak mau dengar kata penolakan dari kamu, oke?” 

Belum sempat aku menjawab, wajahmu sudah mendekatiku, apa yang mau kau lakukan? Menciumku? Oh tidak, jangan sekarang, jangan di sini. Kau semakin dekat. Oh my God! Kau dengar degup jantungku? Tidak! Aku gugup, benar-benar gugup. Aku kangen pelukanmu yang dulu, walaupun pelukan sebagai teman, tapi aku kangen, kangen banget saat kau mengacak rambutku, saat kau mencubit hidungku. Semua yang kau lakukan dulu semua bergemuruh di dadaku saat ini, aku benar-benar kangen kamu. 

“Love you, Din” 

Degg!! Dalam ketidakberdayaanku, kau membisikkan sesuatu di telingaku. Apa aku gak salah dengar? Kata apa yang kau ucap barusan? Apakah barusan itu kau sedang menyatakan perasaanmu? Ah, sejak kapan kau jadi tukang gombal?

“jangan lupa nanti malam ya, Din?” 

Belum sempat aku berucap, kau sudah berlalu sambil berteriak seperti itu. Aku merasa seperti patung bernyawa saat ini. Apa yang buat kau jadi berubah seperti ini, teman? 

*******

Kalau ditanya siapa orang paling bahagia malam ini, pasti aku orang pertama yang mengancungkan jari. Sumpah! Aku bahagia sekali malam ini. Kau benar-benar perlakukan aku seperti putri. Sikapmu berubah, benar-benar berubah. Dulu setiap kali kau jemput aku di rumah, kalimat pertama yang kau ucapkan pasti “slamat malam” tapi, kali ini kau malah berucap “kamu cantik sekali malam ini, Din” itu perubahanmu yang pertama. Dulu kalau sudah di atas motor, kau tidak pernah bertanya apa aku udah siap berangkat atau belum, tapi kali ini “Din, sudah siap berangkat?” kau mulai peduli sama keselamatanku. Itu perubahanmu yang kedua. Dan masih banyak lagi perubahan-perubahan lain yang buat aku sadar bahwa kau sedang tidak memperlakukanku sebagai teman.

Perlahan-lahan mataku mulai terbuka, seperti luruh dalam riak pesona yang mengulum debar tanpa mampu memaparkan dalam logika di kepala. Aku hanya bisa terdiam, terpaku pada rasa dan asa yang meluas seperti samudra, nyaris tak mampu lagi menggenggam apa yang telah menjadi pijakan pada koridor waktu yang berjalan di belakang, yang ada adalah sosok baru yang aku sendiri tak sempat mengenalinya. Kasihmu telah berubah menjadi biru seutuhnya, warna yang terlahir dari ketulusan di dada, dan rembulan itu menjadi saksi cinta kita.

Aku berterima kasih pada sang waktu yang kembali menghantarmu padaku, bukan sebagai teman, sahabat, namun pangeran yang akan mempersunting aku dengan sejuta cinta.
 

Gembel Ceria Template by Ipietoon Cute Blog Design