Senin, 16 Mei 2016

Lelaki dengan Jiwa Bocah

Salah satu temanku dulu pernah bertanya begini, “Bi, kamu tahu tidak hal paling menyakitkan dalam pacaran” aku menjawab dengan yakin “Ketika pasangan kamu selingkuhin kamu, dan selingkuhannya itu temen kamu sendiri. Itu sakit banget.” Dan temenku itu menjawab sambil berlalu, “Bukan itu!”

Ketika ‘diselingkuhin’ bukan merupakan hal paling menyakitkan dalam pacaran, lantas apa? Memangnya ada hal lain yang lebih menyakitkan dari pada itu?

Belakangan ini baru aku sadari bahwa memang ada hal lain yang lebih menyakitkan dari pada diselingkuhin. Betapa bodohnya aku  ketika baru menyadari hal itu sekarang. 

Aku menganggap bahwa dia itu pacarku, karena dia pun berkata begitu. Tapi dia tidak pernah nembak aku atau dengan kata lain, dia tidak pernah memintaku untuk menjadi pacarnya. Tak tahu bagaimana, tiba-tiba aja kami pacaran, dan anehnya kami punya tanggal jadian. Ajaib, bukan?

Iya, aku memang menyukainya dan memang bukan sekedar rasa suka yang aku rasakan ketika pertama kali melihatnya, tapi lebih dari itu ada rasa sayang yang terselip di sana. Itu membuatku buta dan tidak peka pada keadaan. 

Ya awalnya sih aku biasa aja, aku terlalu percaya diri dan menganggap bahwa dia pun punya perasaan yang sama sperti yang aku rasakan. Namun seiring berjalannya waktu, mataku terbuka dan hatiku mulai mempertanyakan kehadirannya. 

Untuk menjawab kegalauan hatiku saat itu, aku pun memberanikan diri mempertanyakan hubungan ini padanya, dan dari jawabannya tersirat sebuah bentuk kekecewaannya padaku, karena aku malah mempertanyakan hubungan ini yang menurut dia sudah jelas bahwa aku adalah pacarnya. Namun, jawaban itu tidak membuatku merasa puas karena komunikasi kami makin tidak lancar dan aku pun mulai ragu hingga rasa ragu berubah menjadi sebuah penyesalan. 

Aku kembali berpikir menggunakan akal sehat, dan aku pun sadar bahwa kebodohan itu ada pada diriku sendiri. Seharusnya dari awal aku tahu bahwa memang dia tidak bermaksud menjadikanku pacarnya. Dia tidak pernah meminta, mengapa aku beranggapan bahwa aku ini pacarnya? Dia tidak pernah bilang kalau dia mencintaiku, mengapa aku merasa dia mencintaiku? Bahkan dia jarang sekali menghubungiku, kadang sebuah sms-ku pun bisa diabaikannya, mengapa aku masih merasa dia adalah pacarku? Haha bodoh bukan? Aku terjebak dalam perasaanku sendiri dan menganggap gombalan-gombalan itu bentuk keseriusan. 

Ini bukan tentang cinta anak SMA atau bentuk cinta kekanak-kanakan. Untuk dua orang yang benar-benar saling menyukai, saling mencintai dan menyayangi, kata ‘sayang’ atau ‘cinta’ bahkan ‘I love you’ bukanlah hal tabu untuk diungkapkan. Tiga kata itu bukan hanya milik ABG. Dan yang terpenting tiga kata sederhana itu bisa membuat seseorang dihargai kehadirannya. 

Untuk kamu, terima kasih sudah menjaga perasaanku selama ini. Ini bukan kesalahanmu. Aku yang terjebak dalam perasaanku sendiri dan menganggap bahwa kamu pun mempunyai perasaan yang sama spertiku. Kamu sudah menunjukkan ketidakseriusanmu, hanya saja aku yang kurang peka. 

Sekarang aku sudah sadari itu, aku tidak ingin memaksakan diri lagi. Sangat sakit ketika dalam sebuah hubungan hanya seseorang yang merasakan cinta, dan seseorangnya lagi hanya pura-pura mencintai demi menjaga perasaan orang yang mencintainya. 

Berkatmu akhirnya aku tahu bahwa hal paling menyakitkan dalam pacaran itu bukanlah ketika kita diselingkuhin. 

Untukmu lelaki yang sudah mencuri hatiku dengan satu senyum saja, aku senang bisa mengenalmu, aku bangga pernah duduk disampingmu dan merasa menjadi wanita paling bahagia sedunia, walau aku bukan wanita yang pernah kau kirimi kata 'I love you’.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Gembel Ceria Template by Ipietoon Cute Blog Design