Selasa, 10 April 2018

Pulanglah, Kamu Salah Rumah


Terkadang membangun hubungan yang terlampau akrab dengan lawan jenis itu tidak baik. Ada yang memang mengerti posisimu dan ia tetap menjadi teman yang tak pernah mengusik privasimu, namun ada juga teman yang pura-pura tidak tahu posisimu dan ia terus memaksimalkan diri demi mendapatkan hatimu. Bagian ini yang harus diwaspadai. Kadang ia merasa bahwa dirinya yang lebih pantas untukmu daripada kekasihmu saat ini. Apalagi jika ia mengenalmu. Tahu semua hal tentangmu. Tentang baik dan tentang konyolmu. Tentang suka maupun tentang dukamu. 

Dalam segala sesuatu yang dilalui bersama tentu sebagai sahabat, ada perhatian dan sayang yang tersirat di sana. Dalam anggapmu, kamu melakukan itu karena kamu peduli, karena kamu ingin hubungan persahabatan tetap terjaga. Namun bagi dia yang memang menaru hati padamu akan beranggapan bahwa kamu  melakukan itu semua karena kamu juga diam-diam sedang menyimpan rasa untuknya.

Seperti yang kini juga menimpa kita. Terkadang aku merasa jahat kalau aku mengacuhkanmu saat kamu butuh bantuanku, atau saat butuh teman untuk berbagi cerita, aku merasa bukan teman yang baik jika mengabaikanmu. Namun, disisi lain aku juga merasa jahat jika terus-terusan memperhatikanmu, selalu ada saat kamu butuh. Seolah-olah aku memberi harapan padamu. Padahal kepedulianku itu karena aku mengasihimu sebagai seorang sahabatku.

Jelas kita sahabat. Sahabat yang saling menyayangi. Aku tak akan menyangkali itu. Namun, ada batas-batas. Ada jarak yang harus kita perhatikan, karena salah satu dari kita telah menerima sebuah hati yang harus dijaganya dengan ketulusan jiwa.

Aku mohon, buang egomu itu. Pahamilah yang terjadi saat ini. Aku bukan lagi aku yang dulu, yang bebas sebebas-bebasnya. Saat ini, ada hati yang harus aku genggam. Ada perasaan yang harus aku jaga sepenuh hati.

Tolong jangan lagi mempermasalahkan perihal siapa yang mendekat lebih dulu, atau siapa yang menyimpan rasa paling pertama. Kenyataan saat ini, aku sudah dengannya. Sepura-pura apapun kamu dengan keadaan ini, tetap yang kamu hasilkan nanti hanyalah kekosongan.

Berhentilah membuat drama ini menjadi panjang. Seseorang telah mengikatku dengan kesungguhan hati dan sedang dalam perjalanan menuju akhir. Demi Tuhan, aku tidak ingin menyakitimu. Aku tidak ingin kamu terluka lebih dalam lagi. Aku tetap akan menjadi sahabatmu. Sahabat yang akan selalu mendukung setiap niat baikmu. Fokuslah pada dirimu sendiri. Lekas temukan seseorang dan buatlah kisah yang indah bersamanya. Jangan tetap tinggal pada rumah yang sudah tak punya ruang untuk menampung ragamu. Pulanglah sahabatku, kamu salah rumah.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Gembel Ceria Template by Ipietoon Cute Blog Design